KMA No. 184 Tahun 2019 Tentang Struktur Kurikulum MI, MTs, dan MA/MAK terbaru
Madrasah merupakan satuan pendidikan formal di bawah binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum berciri khas Islam. Pendidikan Islam berfungsi untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama, dan ditujukan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Dalam Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Madrasah 2010-2030 dinyatakan bahwa visi madrasah adalah mewujudkan madrasah yang unggul dan kompetitif. Misi madrasah adalah mengupayakan terwujudnya madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis ilmu dan nilai-nilai agama yang berkeunggulan, berkualitas, dan berdaya saing. Sedangkan tujuan madrasah adalah menghasilkan manusia dan masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki sikap agamis, berkemampuan ilmiah amaliah, terampil dan profesional, sehingga akan senantiasa sesuai dengan tatanan kehidupan. 
Semangat Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), telah memberikan otonomi yang luas kepada madrasah dalam mengelola pendidikan. Salah satunya adalah madrasah dapat mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan sesuai visi, misi, tujuan dan kondisi madrasahnya. Kurikulum
madrasah hendaknya dikembangkan dengan memperhatikan tujuan pendidikan nasional, tujuan madrasah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan zaman. Khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0, madrasah harus dapat menyiapkan kompetensi peserta didik di era milenial untuk dapat melaksanakan pembelajaran abad 21 yakni memiliki kemampuan 4 C (critical thinking, creativity, communication and collaboration). Sebagai lembaga pendidikan umum berciri khas Islam, maka kurikulum madrasah harus dirancang dalam rangka penguatan moderasi beragama, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pendidikan anti korupsi, literasi dan pembentukan akhlak mulia peserta didik. Agar implementasi kurikulum di madrasah berjalan secara efektif dan efisien maka Kementerian Agama menyusun pedoman implementasi kurikulum sebagai panduan bagi satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelenggarakan pendidikan madrasah. 

Berkaitan dengan penyelenggaran madrasah, maka pada bulan Juli 2019 Menteri Agama menerbitkan Struktur kurikulum terbaru berdasarkan Keputusan Menteri Agama terupdate yaitu KMA No. 184 Tentang Pedoman Iplementasi Kurikulum pada madrasah. Implementeasi kurikulum ini akan berlaku tahun 2020/2021.
Berikut struktur kurikulum madrasah 2019/2020.
A. Struktur Kurikulum MI 2019/2020

Struktur Kurikulum MI, MTs, dan MA/MAK terbaru 2019/2020

Keterangan:

  1. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
  2. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
  3. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
  4. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 35 (tiga puluh lima) menit.
  5. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah.
  6. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat memuat konten lokal.
  7. Muatan lokal dapat diisi dengan kearifan lokal atau mata pelajaran lain yang menjadi kekhasan/keunggulan madrasah terdiri atas maksimal 3 (tiga) mata pelajaran dengan jumlah maksimal 6 (enam) jam pelajaran.

B. Struktur Kurikulum MTs 2019/2020

Keterangan

  1. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
  2. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
  3. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
  4. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 40 (empat puluh) menit.
  5. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat memuat konten lokal.
  6. Untuk Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika, satuan pendidikan menyelenggarakan salah satu atau kedua mata pelajaran tersebut. Peserta didik dapat memilih salah satu mata pelajaranyaitu Mata Pelajaran Prakarya atau Mata Pelajaran Informatikayang disediakan oleh satuan pendidikan.
  7. Muatan Lokal dapat memuat Bahasa Daerah dan/atau kearifan lokal atau mata pelajaran lain yang menjadi kekhasan/keunggulan madrasah terdiri atas maksimal 3 (tiga) mata pelajaran dengan jumlah maksimal 6 (enam) jam pelajaran

C. Struktur Kurikulum MA 2019/2020 Peminatan MIPA


D. Struktur Kurikulum MAK 2019/2020 dan seterusnya silakan download di bawah ini

Berikut KMA No. 148 lengkap 28 halaman berformat pdf madrasah yang bisa anda download :
silakann KLIK DI SINI
Sumber : mi al islamiyah kroya
SELAIN SEBAGAI TRANSPORTASI KERETA API JUGA SEBAGAI SARANA BELAJAR

Selasa 1 oktober 2019  kelas III MIFU Sumberjokidul mengadakan Kegiatan Contextual teacher learning (CTL) ke stasiun kereta api Bojonegoro. Sekitar pukul12.25 kami rombongan CTL berangkat dari MIFU Sumberjokidul menuju lokasi, Setelah melalui perjalanan yang cukup lama akhirnya sekitar pukul 13.10 WIB kami rombongan CTL tiba di lokasi.
Menurut Fatmawati selaku guru pendamping kegiatan sekaligus wali kelas III,  anak-anak begitu antusias melakukan kegiatan ini. ”anak-anak dengan di dampingi guru langsung menuju loket untuk mendapatkan tiket kereta sekaligus mengerti aturan ketika akan naik kereta api. kemudian anak-anak menuju ke ruang tunggu, namun sebelumnya dengan tertib anak-anak mengantrikan tiket yang telah dibawa satu per satu kepada petugas untuk di identifikasi barcode tiket yang telah dibawanya, dan selanjutnya anak-anak menungu keberangkatan kereta di peron sambil duduk-duduk santai” kata fatmawati.
Ulin nasyi’ah selaku staf TU MIFUSumberjokidul yang ikut mendampingi mengutarakan hal yang sama bahwa anak-anak amat antusias ia mengatakan “sewaktu menunggu keberangkatan kereta sambil duduk-duduk anak-anak bertanya kepada guru pendamping tentang apa saja nama kereta api, kapan ditemukanya kereta api, apa arti dari kereta KRD yang akan ditumpanginya, kenapa ada kelas ekonomi, kelas bisnis dan apa bedanya, apa itu masinis, apa itu PPKA dengan sangat setia guru pendamping menjelaskan semua pertanyaan tersebut” ujar mbak lina.
Tidak cukup sampai disitu ketika didalam gerbong kereta selama  perjalanan  ± 40 menit dari stasiun Bojonegoro hingga stasiun Babat anak-anak tetap berantusias mengutarakan rasa keingintahuanya tentang per kereta apian kepada petugas yang ada digerbong, najwa salah satu dari siswi kami menanyakan ”maaf pak kenapa kereta api yang kita tumpangi bernama KRD, apakah kereta api KRD di setiap stasiun kecil berhenti dan kereta ini terakhir berhentinya di stasiun mana pak” tegas mbak lina.
Dengan senang hati pak heriyanto pun menjawab pertanyaan tersebut” KRD yaitu kereta rel diesel karena menggunakan diesel yang berbahan bakar solar, ada juga yang mengatakan kereta rakyat daerah karena hanya beroperasi atau rutenya antar daerah atau kabupaten, KRD disetiap stasiun kecil berhenti dan KRD ini berhenti di wilayah paling barat bojonegoro dan paling timur sidoarjo” tegas pak heri.                                
Fatmawati menandaskan” Dengan kunjungan ini diharapkan anak-anak mengetahui sejarah tentang kereta api, perkembangan kereta api, mengetahui tata cara ketika jika ingin menggunakan/naik kereta api, jenis atau macam kereta api dari narasumber. kedepanya diharapkan anak – anak lebih mengenal lagi berbagai macam alat transportasi. baik jalur udara, jalur laut, dan jalur darat, serta mengenal nama tempat pemberhentian alat transportasi seperti stasiun dan yang lainnya” [hn]

Selain berwisata kami pun dapat belajar disini


september 21, 2019


Bojonegoro –Agroguna Bojonegoro adalah agrowisata sayur dan  buah yang dilengkapi dengan resto sehat dan pusat oleh-oleh. Agroguna juga menawarkan wisata petik sayur dan buah.  Bagi pelajar maupun masyarakat yang ingin belajar atau berwisata di kebun organik tak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di Bojonegoro sekarang ini telah ada agrowisata Agroguna dengan beraneka tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan non pestisida.
Menempati lahan seluas dua hektar (Ha), Agroguna yang terletak di Jalan A Yani No.43 Bojonegoro, tepatnya di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, itu merupakan wisata edukasi baru bagi masyarakat Bojonegoro. Di tempat ini, selain pengunjung bisa memetik sendiri sayur-sayuran yang diinginkan dengan harga yang terjangkau, pengunjung juga dapat mengkonsumsi langsung di Resto Agroguna Bojonegoro dan juga dapat belajar bagaimana cara mengembangkan tanaman dengan pupuk organik yang ramah lingkungan.

 “Di sini anak-anak bisa belajar berkebun dan mengenal lingkungan. Apalagi lokasinya lebih dekat sehingga tidak mengeluarkan biaya banyak,” kata Umi Kulsum, Guru Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sumberjokidul, saat mendampingi anak didiknya belajar berkebun di Agroguna, Sabtu (21/9/2019).

Dalam kunjungannya itu ada beberapa kegiatan yang dilakukan para siswa di Agroguna. Yakni di awali dengan membaca buku bacaan di Sanggar Guna dilanjutkan melihat kebun organik untuk mengetahui jenis tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Mereka juga diajari parktek langsung cara menanam tanaman.

Tidak hanya itu, para siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sumberjokidul juga diajak langsung memetik buah tomat, kemudian mereka pun diajari bagaimana cara packing yang benar.

“Ada 19 siswa yang datang ke sini. Mereka kelas dua Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sumberjokidul, dan didampingi oleh tiga guru pendamping. ” tegas Umi.
Dengan diadakannya kegiatan Contextual Teahcher Learning (CTL) ini diharapkan dapat menambah wawasan para siswa tentang cara berkebun dan mengenal lingkungan sejak dini. ”Imbuh Masyhudi, S.Pd.SD Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sumberjokidul. 
Pengelola Agroguna, Wiwik Sri Wilujeng, berharap, dengan adanya Agroguna dapat menjadi wisata edukasi baru bagi masyarakat dan pelajar Bojonegoro. “Di sini masyarakat bisa belajar dan memetik sendiri sayur-sayuran dan buah-buahan dari kebun,” pungkas Wiwik.(l)